Kamis, 21 Februari 2013

Sihir Perempuan (Kumpulan Cerpen Intan Paramaditha)



Judul   : Sihir Perempuan
Penulis : Intan Paramaditha
Penerbit: KataKita, Jakarta
Tahun  : Mei, 2005
Isi        : 150 hlm
ISBN   : 979-3778-15-6

Harga  : 20.000


Ada sebelas cerpen terkumpul dalam Sihir Perempuan karya Intan Paramaditha ini. Dilihat dari pemilihan judul-judulnya, pembaca akan langsung terkesan bahwa cerita-cerita dalam kumpulan cerpen ini penuh nuansa horor, kekerasan, kegelapan, dan lain-lain.
Perempuan bisa menjadi apa saja: ibu, anak, karyawati yang baik, hingga boneka porselen. Namun, dalam buku Sihir Perempuan ini, peran-peran yang seharusnya nyaman justru diteror oleh lanskap kelam penuh hantu gentayangan, vampir, dan pembunuh. Di sinilah perempuan dan pengalamannya yang beriak dan berdarah terpintal dalam kegelapan.

--------------

“Tiba-tiba kusadari aku tengah merinding. Aku memang melihat Ibu. Ya, perempuan itu. Rambutnya terurai, wajahnya penuh guratan pedih, matanya nyalang seperti bola api yang menari-nari melumatkan siapa pun yang menatap. Hantu perempuan yang memendam cinta, rindu, sakit, nafsu, amarah—memintal gairah pekat tanpa henti, tanpa selesai.
Ibu telah jujur pada akhirnya. Tak ada misteri, tak ada teka-teki.
Ibuku.
Pemintal Kegelapan.
(Pemintal Kegelapan, hlm. 18)

“Aku perempuan berstrategi. Sebutkan saja tokoh apa yang harus kuperankan, dan aku akan membuat diriku percaya sepenuhnya bahwa aku memang dia. Acting is believing, demikian tertera pada sampul depan sebuah buku.
Penonton tak perlu tahu apa yang terjadi di balik panggung, bukan?”
(Mobil Jenazah, hlm. 43)

------------------------

Hantu-hantu, darah, dan kegelapan ternyata adalah bagian sangat penting dari kehidupan kelas menengah kita. Itulah yang mengagetkan dari cerpen-cerpen Intan Paramaditha. Penulis ini berhasil menjadikan cerita hantu sebagai genre terhormat yang bisa menjangkau orang muda menonton MTV sampai kritikus sastra yang gandrung-teori.
(Nirwan Dewanto)

Intan membalik mitos Cinderella, Perempuan Super, Janda Penggoda, dengan sudut penceritaan yang tak terduga. Cerita-cerita lama, genre horor, misteri, dan dongeng disulap menjadi tragedi relasi antar-manusia. Intan Paramaditha, feminis tanpa jargon, pencerita yang menguasai seninya.
(Melani Budianta)

Mencekam, tak terduga. Intan memberi tafsir baru pada mitos maupun takhayul untuk mengurai kelamnya nasib perempuan.
(Linda Christanty)

Seperti nonton film! Begitu lembut, melenakan...
(Alex Komang)


Untuk pemesanan buku ini, silahkan sms ke 081802717528. Untuk pemesanan buku-buku yang lain silahkan lihat di JUAL BUKU SASTRA BNI UGM 0117443522 a.n. Indrian Toni

5 komentar:

Blogger Widgets