Kamis, 14 Februari 2013

Konde Penyair Han (Antologi Puisi Hanna Fransisca)



Judul : Konde Penyair Han
Penulis : Hanna Fransisca
Penerbit: KataKita, Jakarta
Tahun : April, 2010
Isi : 141 hlm
ISBN : 978-979-3778-60-0

Harga : 45.000


Konde Penyair Han, antologi puisi karya Hanna Fransisca, adalah salah satu dari beberapa antologi orang Indonesia keturunan Tionghoa. Dari segi kuantitas, penyair WNI keturunan Tionghoa memang sangat jarang, bukan berarti tidak ada.


Hanna Fransisca (Zhu Yong Xia) lahir di Singkawang, Kalimantan Barat. Sajak-sajaknya yang terkumpul dalam antologi Konde Penyair Han ini banyak menyuarakan masalah gender, hubungan sosial, bahkan hubungan antara makhluk dengan Sang Khalik. Tapi Hanna tidak menyuarakannya dengan kemarahan yang meledak-ledak. Kita tahu, WNI keturunan Tionghoa pernah mengalami “pengucilan” pada jaman orde baru. Namun, sejak Indonesia mengalami peralihan, ketika orde baru diganti oleh orde reformasi dan presidennya saat itu adalah K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, WNI keturunan Tionghoa mulai leluasa dan setara dengan WNI lainnya. Maka, tak heran jika dalam antologi ini, Hanna mempersembahkan dua puisi kepada Gus Dur: ‘Lilin Negeri, 2” dan “Sang Naga.”

Dalam beberapa sajaknya, Hanna Fransisca berusaha mati-matian untuk tidak sekadar menggunakan teknik yang biasa dimanfaatkan kalau orang sedang marah ketika menghadapi masalah sosial, misalnya yang menyangkut kedudukan manusia dalam tatanan sosial yang melingkunginya, tetapi memilih cara sendiri yang di sana-sini menunjukkan kesungguhannya untuk bermain-main dengan perlambangan dan ironi, dua piranti penting dalam puisi modern.

Ditilik dari segi tematik, kebaruan yang dimunculkan Hanna Fransiscar dalam sajak-sajaknya adalah—meski tetap membahas hubungan antara Tuhan dan segenap ciptaan-Nya, namun yang penting dicatat adalah cara meraciknya. Proses yang ditempuh Hanna dalam menulis puisi sebenarnya biasa saja: ia meletakkan pemahaman dan penghayatan hidupnya dalam suatu latar yang tidak sulit dibaca, dan pada gilirannya latar itu memunculkan apa saja yang bisa kita tangkap dalam penghayatan itu.
(Sapardi Djoko Damono)

Hanna Fransisca menyanggul sajak-sajaknya dengan jalinan kata-kata yang ia petik dan olah dari lingkungan imaji yang lain dan karena itu memberikan daya tarik tersendiri. Singkawang telah digubahnya menjadi lahan puitik yang terbuka dan menggoda, yang menawarkan kekayaan dan kedalaman makna.
(Joko Pinurbo)

Di saat banyak penyair sering terlalu sadar bunyi dan mubazir dengan kata, Hanna Fransisca hadir dengan himpunan sajak yang lugas, dewasa, cerdas. Imajinya cenderung segar dan akurat tanpa mengejar efek. Ironi tampil santai, acap membumi, tapi dengan kedalaman yang kerap menyentak. Banyak metafornya cemerlang.
(Laksmi Pamuntjak)


Untuk pemesanan buku ini, silahkan sms ke 081802717528. Untuk pemesanan buku-buku yang lain silahkan lihat di JUAL BUKU SASTRA BNI UGM 0117443522 a.n. Indrian Toni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger Widgets