Kamis, 25 Agustus 2011

Regenerasi dan Panggung Muda Cerpen Indonesia (Jurnal Cerpen # 10, edisi khusus cerpenis muda pilihan)


Regenerasi dan Panggung Muda Cerpen Indonesia (Jurnal Cerpen # 10, edisi
    khusus cerpenis muda pilihan)
Pengarang       : Fahrudin Nasrulloh, dkk.
Pengantar        : Joni Ariadinata
Pengulas          : Nenden Lilis A
Tebal               : XII + 296 halaman
Ukuran             : 14 x 21 cm

Harga             : Rp. 45.000
                      Jurnal cerpen Indonesia Edisi # 10 merupakan Edisi Khusus yang memuat sejumlah cerpenis mutakhir tanah air yang diundang secara khusus dan terbuka. Edisi khusus cerpenis muda pilihan ini diberi tema Regenerasi dan Panggung Muda Cerpen Indonesia. Redaksi memilih dari ratusan karya yang masuk, dan akhirnya didapatkan 19 cerpen dari para cerpenis muda yang tersebar dari berbagai kota di tanah air. Tema-tema yang mereka usung relatif beragam, dengan bahasa ekspresi yang kuat dan menampilkan estetika terkini dari cerpen Indonesia. Menariknya, jika selama ini muncul kekhawatiran atas minimnya perempuan penulis, maka dalam edisi ini keberadaan mereka cukup berimbang. Tak kalah menariknya pula, banyak nama yang muncul bukan nama yang dikenal secara “popular” di media mainstream, katakanlah sastra koran, namun muncul nama-nama yang selama ini memilih prosesnya sendiri. Selain itu, ada beberapa nama yang memang sudah cukup dikenal publik sastra, sebagian lain mereka adalah orang-orang yang “jauh” dari hiruk-pikuk sastra Indonesia.

Penulis dalam edisi ini ialah Fahrudin Nasrulloh (Jombang), Wa Ode Wulan Ratna (Jakarta), Kadek Sonia Piscayanti (Singaraja), Fina Sato (Bandung), Hasan Al-Banna (Medan), Nurul Hanafi (Bantul), Azizah Hefni (Malang), Yuni Kristianingsih (Ponorogo), Dyah Merta (Yogyakarta), Sandi Firly (Banjarbaru), Sunlie Thomas Alexander (Bangka), Ahmad Muchlis Amrin (Madura), Mahwi Air Tawar (Yogyakarta), Dalih Sembiring (Jakarta), Pandapotan MT Siallagan (Pematangsiantar), Ragdi F. Daye (Padang), Hendra Kasmi (Aceh), Jusuf AN (Wonosobo) dan Bramantio (Surabaya). Untuk melihat capaian mereka, Redaksi mengundang khusus kritikus sastra dari UPI, Bandung, Nenden Lilis A.   Keberagaman itu tertangkap dalam cerpen-cerpen dalam Jurnal Cerpen Indonesia edisi # 10, yang sekaligus menjadi dokumentasi regenerasi sastra Indonesia. Sebagian besar nama-nama tersebut saat ini tentu cukup sering terdengar dan tetap konsisten berkarya. Sesuai dengan temannya, Regenerasi dan Panggung Muda Cerpen Indonesia. JCI # 10 ini adalah semacam potret yang menyimpan sejumlah nama dan karya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger Widgets