Rabu, 24 Agustus 2011

Mati Baik-baik, Kawan, Kumpulan cerpen Martin Aleida


http://pustakapelabuhan.blogspot.com/2011/05/resensi-mati-baik-baik-kawan-kumpulan.html
Mati Baik-baik, Kawan (Kumpulan Cerpen)

Pengarang       : Martin Aleida
Penyunting      : Raudal Tanjung Banua
Kata Penutup  : Katrin Bandel
Tebal               : 144 halaman
Ukuran              : 13,5 x 20 cm
Penerbit           : Akar Indonesia, 2009

Harga             : Rp. 27.000

Mati Baik-baik, Kawan karya Martin Aleida merupakan kumpulan sepilihan cerpen yang khusus berlatar Peristiwa ’65. 


Martin Aleida, pengarang yang lahir di Tanjung Balai, Sumatera Utara, 31 Desember 1943 ini, memang sangat intens dan konsisten menggarap tema peristiwa huru-hara politik tersebut. Konsistensi ini sampai-sampai memunculkan konsep kepengarangannya yang ia sebut sebagai ”sastra bersaksi”.

Ya, sebagai salah seorang yang mengalami langsung tragedi kemanusiaan itu, Martin tidak hanya dimasukkan ke penjara tanpa pengadilan, tetapi juga disiksa dan setelah dibebaskan pun tak kunjung luput dimata-matai. Ia yang sejak awal berprofesi sebagai jurnalis dan pengarang, melanjutkan profesinya ini, namun dengan tantangan yang lebih besar: mengolah tragedi dari persfektif korban dan pelaku kekerasan. Tujuannya jelas: kemanusiaan. Katrin Bandel, dalam ”Catatan Penutup” menyatakan bahwa Martin Aleida adalah pengarang yang menulis ulang sejarah Indonesia dalam versi yang sama sekali berseberangan dengan versi Orde-Baru. Tampak dengan jelas bahwa ia bukan sekadar ingin menceritakan Peristiwa 65 dari persfektif yang berbeda, tapi bahwa ia punya misi untuk melawan pemalsuan sejarah dengan memberikan sejumlah fakta (yang diolah ke dalam cerita) yang selama ini tidak diketahui secara umum oleh masyarakat Indonesia. Anda bisa menemukan banyak hal dari sejarah dalam Mati Baik-baik, Kawan  karya Martin Aleida ini.

Anda bisa memsannya kepada kami, sekarang!**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger Widgets