Jumat, 15 Juni 2012

Anak Danau, Novel Arie Mp Tamba


Anak Danau
Penulis: Arie Mp Tamba 
Halaman: 182 hlaman
Ukuran: 14x21cm
Penerbit: Koekoesan
Tahun terbit: Februari 2012
ISBN:9789791442541 

Harga: 35.000


Wajah Sabina babak belur lantaran di cakar. Rambutnya di jambak. Ia tidak membela diri. Malam gilanya dengan Thomas di tepi danau Toba telah mencabik-cabik kehormatan keluarga. Betapa tidak? Ia mencintai laki-laki yang salah, bahkan telah melunaskan hasrat badani dengan Thomas, putra Ompung Katua, pemangku adat yang sangat terpandang  di Saitnihuta. Menurut para leluhur, orang Saitnihuta dan orang Haranggasan- dua perkampungan di tepi danau Toba- masih bersaudara. Maka, terlarang saling mencintai, meski mereka tak punya hubungan darah. Bila dilakukan, akibatnya fatal. Pasangan itu akan dicoret dari silsilah, dibuang dari9 kampung. Sebab, dipercayai akan menjadi muasal kutukan. Dan, Thomas-Sabina telah melanggar pantangan. Sabina kembali ke Medan. Kali ini dia tak sendiri, tapi sudah berbadan dua. Tragisnya, ia menggugurkan kandungan. Sementara itu, selepas bertolak ke Jakarta, Thomas tak pernah berkabar. Ia bagai tenggelam dalam keriuhan kota metropolitan.
****

CERPENIS Arie MP Tamba kembali meluncurkan novel berjudul "Anak Danau". Dalam novel ini, penulis menceritakan kisah percintaan terlarang dari daerah Batak Toba. Novel setebal 180 halaman ini diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (10/3).

Arie mengisahkan, seorang perempuan bernama Sabina bermarga Haranggasan yang membuat aib keluaga karena mencintai laki-laki yang salah, yaitu Thomas. Bahkan, ia sampai berbadan dua akibat hubungan dengan putra Ompung Katua, pemangku adat yang sangat terpandang di Saitnihuta.

Padahal, menurut leluhur adat setempat, orang Saitnihuta dan orang Haranggasan, sebuah dua perkampungan di tepi Danau Toba, masih bersaudara. "Maka terlarang saling mencintai, meski mereka tidak punya hubungan darah. Bila ini dilakukan, akibatnya fatal," kata Arie dalam buku yang diterbitkan oleh Penerbit Koekoesan ini pada Februari 2012.

Dalam kisahnya, mereka kemudian dicoret dari silsilah dan dibuang dari kampungnya. "Sebab dipercayai akan menjadi muasal kutukan," kata Arie. Tapi, mereka tetap melanggar pantangan itu.

Di akhir cerita, Sabina terpaksa menggugurkan karena ternyata Thomas dianggap menelantarkan dirinya. Dikarenakan Thomas pergi ke Jakarta, tanpa ada kabar. Novel ini merupakan karya kedua Arie, yang sebelumnya pada 2005 menerbitkan novel berjudul "Lorong ke Pusar Rumah".

Dalam karier kesastraannya, pria yang juga menjabat sebagai redaktur pelaksana pada harian Jurnal Nasional ini telah menerbitkan sejumlah kumpulan cerita pendek. Saat ini, dirinya juga sedang menyiapkan enam novel lagi, yaitu "Tuberkolsa", "Malam Dingin Kota Bandung", "Anak Angin dan Ombak", "Terik Tak Terperikan", "Gerhana Ubud", dan "Menjangkau Langit Jakarta".

Dari Berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger Widgets