Jumat, 09 September 2011

Tarian di Ranjang Kyai Sebuah Novel Yan Zavin Aundjand

 
 
Tarian di Ranjang Kyai,
Pengarang       : Yan Zapin Aundjand
Tebal               : iv + 242 hal
Ukuran              : 12 x 19 cm
Penerbit           : Azhar Risalah
Tahun terbit     : April 2011
ISBN               : 978-602-97652-9-8

Harga              : 32.000

            Novel Tarian di Ranjang Kyai karya Yan Zapin Aundjand merupakan sebuah kisah yang diangkat dari peristiwa nyata kehidupan masyarakat Madura di sebuah perkampungan. Dengan latar cerita ditahun 50-an hingga 70-an, cerita ini banyak mengungkap persoalan-persoalan tradisional masyarakatnya yang jika dirunut beberapa hal masih relevan di masa kini. Hubugan santri dan kyai, posisi ulama di masyarakat, nikah muda, dan perantauan menjadi fokus cerita ini.
            Cerita ini ditulis dengan setting lokal yang kental. Fokus utama kisah ini adalah seorang perempuan yang ditinggal merantau oleh suamninya. Ia berselingkuh dengan seorang kyai, lalu menikah lagi dengan kyai yang lain. Perempuan ini mengalami kehamilan sampai 16 tahun lamanya. Itu hanya sekelumit kecil dari keseluruhan cerita yang bersusun dengan banyak cerita dan konflik yang lain. Ada tiga desa yang menjadi fokus cerita, yang dituturkan atas pengalaman dan pengamatan Yan Zapin Aundjand sebagai seorang penulis sekalugus penutur Tarian di Ranjang Kyai ini.
            Konflik yang terbangun antar tokoh yang kadangkala tak saling kenal sebelumnya yang merunut benang merahnya pada satu keluarga saja, Nisa dan Misnadi. Cerita berputar antara satu dan lainnya. Misnadi yang pergi, Nisa yang mengurusi Suci anak perempuannya, serta lamaran seorang Kyai yang datang padanya. Ketiga tokoh ini mendapat kesempatan yang sama dalam menuturkan kisah masing-masing. Misnadi yang lama pergi kembali ke kampung halaman, ia tak lagi menjumpai istrinya. Nisa telah menikah dengan dengan Iqbal, sementara Suci masuk pesantren di mana kyainya dulu pernah meniduri Nisa sang ibu.
            Cerita berakhir dengan sedikit suram. Kerjadi kekerasan yaitu pembantaian dan pembakaran di sebuah pesantren, memberikan semacam perspektif bagi kita, kemungkinan manusia untuk salah selalu ada. Siapapun dia. Di luar itu, penulis selain memotret masyarakatnya, ia juga memberikan semacam pandangan, pembelaan, dan kritikan bagi masyarakatnya. Meski ini mengenai desa kecil di Madura, bisa jadi ini peristiwa yang mungkin saja bisa terjadi di kampung kecil lainnya di penjuru tanah air.  
            Pesan Tarian di ranjang Kyai karya Yan Zapin Aundjand sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger Widgets