Jumat, 07 November 2014

Barongsai, Novel Arie Sudibyo


Judul: Barongsai

Penulis: Arie Sudibyo
Penerbit: Merdeka Media, Yogyakarta
Tahun Terbit: April 2014
Tebal Buku: 394 halaman
Harga: 84,000


Nang, seorang pemuda Jawa, suka dan kemudian ikut kesenian Barongsai di Kampung Singoyudan. Akiong, Suhu Barongsai, menggembleng Nang menjadi pemain Barongsai andalan dan mengajarkan ilmu Kuntao (kungfu) kepadanya. Lalu Nang dekat dengan cucu pewaris dari pendiri kelompok Barongsai itu, Mei Hwa. Berkali-kali Nang diserang orang tak dikenal. Akiong akhirnya pun mati secara misterius. Kisah kemudian jadi semakin rumit dan aneh. Seorang pengusaha yang juga petarung dari Singapura menantang Nang duel yang mengakibatkan keduanya cedera parah. Nang kemudian mendapat undangan dari jaringan misterius di Beijing untuk memburu benda pusaka China yang mereka kira disimpan oleh Akiong. Nang berada dalam bahaya selama memenuhi undangan. Dan di Beijing itu, seorang gadis anggota sindikat menyukai Nang. Di tengah bahaya yang mengancam, ada sumber kegelisahan lain yang menyerang Nang, apakah Mei Hwa atau gadis Beijing itu yang akan Nang tempatkan di hatinya.
Demikianlah ikhtisar dari Barongsai, novel kedua karya Arie Sudibyo (32 tahun) setelah Rara Jonggrang (Galangpress, 2012). Novel ini kaya akan tradisi dan budaya Tionghoa, tragedi konflik, permainan asmara, kaya latar dan plot. Pengarangnya yang berprofesi sebagai jurnalis koran membuat bahasa novel ini komplit. Dengan menggabungkan detail dan ketajaman tulisan jurnalis serta dengan manis dan kelenturan tulisan sastrawan, pengarang menulis novel ini dengan sangat apik dan renyah sekali sehingga kita akan merasa terlibat dalam petualangan tokoh dari peristiwa ke peristiwa. Seperti yang dinyatakan oleh Bakdi Sumanto dalam tulisan pengantarnya, setelah membaca novel ini, pembaca akan bilang: “Wah, ini mak nyuss!”.

Untuk pemesanan buku ini, silahkan sms ke 081802717528. Untuk pemesanan buku-buku yang lain silahkan lihat di http://jualbukusastra.blogspot.com BNI UGM 0117443522 a.n. Indrian Toni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blogger Widgets